September 16, 2017

Lily's Seoul Trip Overview

Finally, the post that many of you are already waiting for...

Waktu aku liburan ke Seoul sekitar 2 minggu yang lalu, lumayan banyak teman-teman (ngga banyak-banyak amat sih wkwk) yang liat postingan dan instagram story aku dan minta itinerary sama rekomendasi what to do in Seoul. Okelah untuk menjawab request-request tersebut satu persatu, I will try to write in depth about my experience there. So get ready because this story will be separated into several topics (and it'll be better if you read them all ☺️).

Alasan aku jalan-jalan ke Seoul awalnya bukan karena aku anaknya penggemar korea banget. Iya sih aku suka nonton beberapa drama korea dan dengerin k-pop, tapi aku bukan die hard fans to begin with. Aku ngga pernah kepo korea lebih sebelumnya, bahkan aku ngga pernah kebayang mau tinggal atau kuliah di Korea. Jadi alasan kenapa akhirnya aku menguras tabungan untuk jalan-jalan ke Korea adalah karena suami aku ikutan Seoul Architecture Biennale, dan karena aku bantu sedikiiiit (banget haha), aku juga mau dong liat pameran skala internasionalnya doi heheh.

The Mycotree buah tangan tim~

But unexpectedly,when I was there, I started to fall in love with Seoul... Sebenernya aku lumayan murah sama yang namanya negara maju, aku ke Singapur aja rasanya hepi banget karena ngga usah nyetir, naik ojek panas-panasan atau naik angkot; I am a subway fans. Dan tentu saja karena Korea adalah negara maju, mereka juga punya fabulous train system which I am dying to live with everyday. Sebenernya sih to be honest, MRT Singapur lebih gampang dimengerti daripada Seoul Metro karena semua sign systemnya full berbahasa Inggris dan selama aku ke Singapur beberapa kali ngga ada stasiun yang terlampau gede. Kalo di Seoul, aku pernah nyasar beberapa kali di dalam Seoul Station karena itu stasiun gede banget dan aku hampir gak bisa keluar 😂 Tapi akhirnya setelah beberapa kali coba lagi-coba lagi, Seoul Station sudah bukan lagi halangan untuk aku jalan-jalan haha. Another thing I love about negara maju adalah, I love jalan kaki! Karena di Indonesia trotoarnya amit-amit (dan bahkan di banyak tempat kagak ada trotoarnya!), aku selalu suka jalan-jalan ke tempat yang memungkinkan aku untuk jalan kaki yang banyak! Terbukti pas dicek, sehari-hari selama aku di Seoul aku jalan kaki sekitar 20ribu langkah perhari! Sementara kalo di Bandung, 2000 langkah aja susah rasanya 😅
Bandara Incheon

If I can say, my trip to Seoul was the most heartwarming trip I've ever had. Aku suka banget karena orang-orang Seoul almost all of them are super stylish and fashionable. Ibarat kata kalo dulu aku kuliah di FSRD ITB rasanya seneng banget liat temen-temen, kakak dan adik angkatan banyak yang keren-keren dan cantik-cantik, nah ini hampir seisi kota penampilannya keren dan cantik semua! Kalo misal di Indonesia kadang perbandingan penampilan antara artis dan rakyat biasa gap nya cukup  jauh, nah di Seoul ini biasa banget liat orang cakep/keren/cantik wara-wiri jalan kaki di penjuru kota; it was super pleasing for my aesthetic soul haha. Hal lainnya lagi adalah aku suka banget di Korea itu orang-orangnya ngga pergi ke mall untuk hang out; mereka punya beberapa pusat kota (semacam downtown) yang isinya komplek jalanan keren dengan berbagai pertokoan dan kafe and each one has different vibe! (I will talk about them later). Selain itu, taman dan tempat umum terbuka di Seoul juga cantik-cantik, bersih-bersih, dan hidup! Sering liat taman di Bandung makin lama ya ngga serame di awal-awal, tapi kalo di Seoul orang-orangnya suka banget nongki di tempat terbuka semacam taman! 
Pertokoan di daerah Myeongdong

Untuk masalah bahasa, I can say this is maybe the biggest barrier for me to explore the city. Memang sih aku yang tidak berbahasa korea aja rasanya udah cukup happy mengunjungi aneka tempat yang keren-keren di sana. But I was wondering if I could at least speak basic korean, pasti akan lebih banyak aneka tempat aneh-aneh lagi yang bisa aku kunjungi! Oiya, aku bisa baca dan menulis huruf hanggul, dan believe me or not, it helped a lot! Ngga. banyak orang korea bisa berbahasa inggris, jadi kadang agak sulit kalo mau nanya jalan, atau nanya hal lain. Udah gitu di Seoul google map juga tidak banyak membantu, orang-orang di Korea pake maps buatan Kakao atau Naver yang mana keduanya menggunakan bahasa korea. Jadi kemampuan untuk membaca atau menulis hanggul sangatlah bermanfaat terutama untuk mencari jalan menggunakan si maps Kakao atau Naver tersebut. Dan karena sekarang aku jadi sangat tergila-gila dengan Seoul, aku pastikan next time I go there, aku sudah harus bisa berbicara at least basic Korean!

Oh iya fyi, aku ini bukan tipe orang yang suka travelling sebenernya. I mean, I'm okay with going to places, tapi aku bukan tipe yang suka hal-hal touristy. Kayak contoh aku tinggal di Bandung tapi seumur-umur belum pernah (dan males banget) ke Trans Studio atau Tebing Kraton. Jadi pas aku ke Seoul, aku memang ngga bermaksud mengunjungi tempat-tempat semacam itu dan memilih untuk melakukan aktivitas seperti warga lokal saja haha. Untuk makanan juga, aku ngga sebegitu pengen nyobain makanan tertentu selama di Korea (belum lagi di penginapan aku karena disediakan dapur, jadi aku seringkali sarapan dan makan malam di penginapan aja), karena yaa sejujurnya selain makanan di Seoul itu lumayan pricey dan banyak sekali yang non halal (meskipun aku ngga terlalu strict soal ini...), jadi ngga akan ada postingan khusus soal kuliner Seoul yaa.

Oke sekian overview tentang perjalanan aku ke Seoul! Pastikan untuk mengecek postingan-postingan selanjutnya yang akan membahas aneka aspek tentang kota tersebut from my point of view, okay?!
Annyeong!

No comments: