April 9, 2010

I am miserable

Aku tidak pernah percaya pada cinta pandangan pertama
Menurutku itu konyol, itu bodoh, tidak masuk akal
Aku pikir cinta itu datangnya dari perkenalan, dari percakapan, dari pendekatan
Bukan dari wajah, bukan dari mata, bukan dari nama
Tapi betulkah itu?
So what the heck happen with me?
Jawabannya : "Jadi lajang di usia 18 tahun = SUCK!"
Hahaha, bukan kebelet pengen punya pacar atau apaan, tapi kan ini ceritanya udah mau prom di sini, setiap orang (hampir) punya date, tapi Lily rupanya tidak laku, hahaha. Di sekolahku sini rupanya tidak ada yang suka wajah asia macam rupa saya ini. Tapi ya tidak apa-apa, aku bakalan datang cuman buat makan doang di prom palingan, huahahaha.
But really, aku sudah tua, sepertinya sudah pantes (mungkin) punya pacar (yang seriusan). Even though, orang-orang di sini bilang mukaku masih kaya bocah 14 taun. Hei, aku sudah 18 tahun tau! Sudah legal kalo menurut orang eropa. And I'm not longer playing around about my life now. Sudah serius belajar, sudah serius memikirkan karir, sudah serius memikirkan masa depan, berusaha jadi lebih baik dan lebih dewasa tentunya. Tentu saja kalo aku bilang cari pacar di sini pun, maksudnya adalah pacar-pacar-an yang serius. Bukan cuman main-mainan. Tapi emang sih susah ya, tapi ya kan kata orang juga, "Jodoh ngga lari kemana", semoga aku dapat jodoh yang soleh, baik hati, intelek, daannn... enak diliat. Hahahaha.
Nantilah kalo udah pulang nyari jodohnya, :p sekarangmah pikirin prom dulu, hehe.

2 comments:

Natea said...

waw totally agree Ly. we're getting older and it forces us to think about serious things gaaah

Livia "Lily" Meilani said...

yoi, getting older, mikirinnya bukan main-mainan lagi, go to college, not thinking just about study but think about career. get a boyfriend, not thinking about having fun, but for future husband (gaah). hidup semakin keras euy, marilah berjuang bersama! yey