January 14, 2011

Art for me

Art is my life.

Sebagian besar orang yang udah kenal aku pasti tau akan hal ini. Mostly of my friends think that I really good at art, tapi sejujurnya, aku juga sering mengalami stagnansi alias mampet ide, kadang merasa 'jealous' juga dengan karya orang lain yang bagus.

Soal skill, aku sendiri masih sangat belum yakin dengan kemampuanku, aku sering mikir kalo sebenernya aku ngga terlalu 'jago', aku hanya bisa menutupi 'kelemahanku' dengan art style yang aku kuasai. Yeah, I'm not as good as you think.



Tapi setiap kali aku merasa iri dengan 'bakat' yang dipunyai orang lain, aku selalu teringat apa yang guru seniku, Mr. Evans bilang.
"When you feel that you're not as good as other people, that's wrong. Your art just different, and we can't compare different things with same opinion."
Ya, my art is different, apa yang kita hasilkan, style apa yang kita gunakan, semuanya beda, dan kita ngga bisa melihatnya dari satu sudut pandang.
Seni menurutku adalah hal yang 'relatif', kita tidak bisa menilai suatu seni itu 'bagus' atau 'buruk', karena sebuah karya seni mempunyai makna dan proses tersendiri yang berbeda.
Jadi kesimpulan yang aku ambil, yang namanya lomba lukis dan semacamnya itu adalah perlombaan yang paling abstrak, semua tergantung mata juri. Bisa aja, kita melukis pantai yang luar biasa bagusnya, tapi ternyata juri itu tidak menyukai lukisan laut, maka sebagus apapun karya itu, tidak akan mungkin menang. Jadi, jangan pernah merasa 'kalah' kalau kalian tidak lolos atau tidak memenangkan sebuah kompetisi lukis, bukan karya kalian lebih jelek dari karya pemenang, tapi selera juri sama dengan selera pemenang, itu aja.

Satu lagi yang aku pikir mengenai 'art'. Dalam dunia seni, aku pikir, pamor seseorang menentukan nilai karya seni tersebut. Ngga peduli walaupun cuman coretan abstrak, kalo yang bikinnya adalah seniman terkenal, pasti banyak aja yang nyari dan rela mengeluarkan uang banyak untuk selembar kertas dengan coretan tersebut. Padahal misalnya lukisan realistis yang sangat mendekati aslinya dan jelas proses pembuatannya memakan waktu jauh lebih lama dari coretan tersebut bisa dihargai jauh lebih murah hanya karena faktor pelukisnya.

Ya sekali lagi, seni merupakan sebuah hal yang relatif. Jadi menurut aku, jangan pernah kalian ingin menjadi seniman kalau tujuannya adalah pamor dan penghargaan, karena dalam hal yang abstrak seperti seni, sangat sulit menentukan 'sesuatu' yang bisa membuat kalian melejit dan jadi seorang seniman yang terkenal. Fungsi utama seni adalah kenikmatan untuk diri sendiri, setelah kita bisa memuaskan diri sendiri, barulah kita berorientasi untuk membuat seni itu untuk dinikmati 'orang lain'.

Hanya satu yang pasti dalam seni, hidup ini mati tanpa seni.

1 comment:

Aldriana A. Amir said...

aku jg kadang suka merasa minder dg karya gambar teman2ku yg bagus2, Ly.. dan aku setuju dg apa yg dikatakan gurumu itu. trs menggambar dan jgn membanding2kan karya kita dg orang lain. dan yg penting bangga dg gaya gambar sendiri :)

ayo, pasti bisa dan semangat utk fsrd ITB-nya ya!