April 20, 2012

Bagaimana kita menilai sebuah karya?

Aku selalu inget perkataan guru seni ku waktu di Amerika, "Setiap orang memiliki gaya berkarya yang berbeda, dan untuk karya-karya dari otak-otak yang berbeda itu standar penilaiannya tidak bisa disamakan." Yap, beliau selalu memberikan nilai 100 untuk setiap siswa yang mengumpulkan tugas dan menyelesaikannya tepat waktu, beliau percaya bahwa setiap orang memiliki kapasitas dan effort yang berbeda-beda, tapi intinya asalkan mereka niat dan sepenuh hati mengerjakan tugasnya, mereka pantas mendapatkan nilai 100. Guruku Mr. Evans memang luar biasa, dan justru karena metode mengajarnya yang seperti itulah, murid-muridnya menjadi respek dan semangat mengerjakan tugas-tugas yang bervariasi dan terkesan 'aneh-aneh'. Beliau juga memberi kebebasan bagi murid-muridnya untuk mengeksplorasi baik bahan, media, gaya, dan lain-lain, untungnya di Amerika semua media eksplorasi tersebut dimodali oleh sekolah.

Mungkin karena kata-katanya yang menurut aku 'luar biasa' dan selalu terngiang-ngiang itu, aku jadi tidak pernah marah kalo dosenku sekarang memberi nilai yang 'tidak bagus' untuk karyaku. Aku tau aku berbeda, mungkin berbeda persepsi dengan para dosen sehingga nilaiku tidak sebegitu 'wah', tapi aku selalu yakin, asalkan aku mengerjakannya sepenuh hati, nilai karya itu adalah 100 buatku. Toh yang aku butuhkan bukan nilai tapi pengalaman membuat.

Satu lagi perkataannya yang membekas di ingatanku...
"Lily, you're not less talented than the others. You are just have different style. So never think small of yourself, always proud for what have you done with all of your heart, because that is the real art is."

Oh iya kalo mau liat video interviewku sama Mr. Evans dulu, monggo klik di sini :)

Ayooo Lily TPB tinggal 2 minggu lagi! Fighting!!

3 comments:

Aldriana A. Amir said...

aku suka postingmu ttg pak Evans, beliau bisa menyemangati murid2nya dg cara yg luar biasa ya..

secemen-cemennya karya kalo dibuat dg hati pasti akan menjadi karya yg bagus ya, hehe.. :D

ayo, semangat Lily trs berjuang! ;)

Livia "Lily" Meilani said...

aaaah mba dian makasih yaaa :) iya Mr. Evans emang luar biasa, my greatest teacher ever deh :DD

mba dian juga ya, terus berkarya! sukses!

Mulyana (moels) said...

ah ntar aku mau niru pak evan klo gini, haha biar temanku semangat :)